Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Kiat menghindari penyakit semasa banjir
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-05 16:23:58【Sehat】060 orang sudah membaca
PerkenalanArsip Foto - Warga melewati genangan di Jalan Kaligawe Raya, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/10/2025

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis penyakit dalam Faisal Parlindungan membagikan kiat-kiat untuk menghindari masalah kesehatan dan penyakit semasa banjir.
"Saran utama adalah meminimalkan konngak langsung dengan air banjir sebisa mungkin. Jika tetap harus berada di genangan, gunakan sepatu atau bot tebal, sarung tangan, dan pakaian pelindung," kata dr. Faisal Parlindungan, M.Ked (PD), Sp.PD,K-R kepada ANTARA pada Senin.
Dokter dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) itu menyampaikan bahwa air banjir kemungkinan terkontaminasi kuman dan bakteri penyebab penyakit, termasuk bakteri Leptospira penyebab penyakit Leptospirosis.
Penggunaan alas kaki dan pelindung tubuh dapat meminimalkan risiko paparan kuman dan bakteri serta melindungi tubuh dari benda-benda yang dapat melukai anggota tubuh dan menyebabkan tetanus semasa banjir.
Baca juga: Waspadai leptospirosis selama musim hujan
Dokter Faisal mengemukakan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta memastikan makanan atau minuman yang dikonsumsi higienis semasa banjir agar terhindar penyakit kulit, gangguan pencernaan, dan masalah kesehatan yang lain.
"Pastikan ngak meminum air yang tercemar, selalu memasak makanan sampai matang, dan cuci tangan secara rutin," kata dokter Faisal, yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
Selain itu, dia mengangakan, kondisi tempat tinggal dan tempat mengungsi sebaiknya diupayakan ngak terlalu lembab agar ngak memicu munculnya masalah kesehatan.
Dalam sepekan terakhir, kondisi cuaca ekstrem telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Semarang dan Jakarta.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana sudah meminta warga untuk mewaspadai dampak kondisi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Indonesia hingga awal tahun depan.
Baca juga: Penyakit kulit dan ISPA berpeluang meningkat semasa banjir
Baca juga: Sosialisasi PHBS ditingkatkan untuk cegah penyakit di musim hujan
Suka(421)
Sebelumnya: Ini kronologi lengkap temuan
Selanjutnya: BGN hentikan operasional SPPG Kota Soe 1 NTT imbas keracunan MBG
Artikel Terkait
- SPPG Tanbu perketat pengawasan kualitas MBG sebelum didistribusikan
- Perpres Tata Kelola MBG tetapkan larangan masak sebelum pukul 12 malam
- Program MBG serap ribuan tenaga kerja lokal di Kota Serang
- BRIN usulkan pelibatan keluarga untuk keberlanjutan intervensi pangan
- Sinergi ekonomi syariah menyukseskan Makan Bergizi Gratis
- Kudus didukung 21 SPPG untuk program MBG
- Metode memasak berbasis air bantu jaga nutrisi dan kurangi peradangan
- Aktris Diane Keaton mengidap pneumonia bakterial jelang wafat
- Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
- Lokasi shelter di Jakarta yang cocok untuk adopsi & rawat hewan liar
Resep Populer
Rekomendasi

KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs

Prabowo: 36,7 juta penerima manfaat MBG dengan porsi capai 1,4 miliar

Rekomendasi perawatan kesuburan melalui teknologi medis & terapi

Mahasiswa UNP berhasil cipngakan tablet kunyah ekstrak rumput banto

Raffi Ahmad apresiasi transformasi lapas di Nusakambangan

Apa itu perayaan Diwali yang disebut dengan Festival Cahaya?

Anggota DPR dukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis

Perkuat kualitas MBG, Pemkab latih petugas penjamah makanan